15 December 2012

Di suatu waktu ketika warna langit serupa helai rambutmu
Sesuatu mengumpat dibalik tenggorokanku
Dan mendung terlelap di dalam kelopak mataku
Aku membisik di daun telingamu yang masih basah oleh embun pagi, sebuah reka di awal musim penghujan  
Jauh sebelum senja-senja setelahnya
Ingin begitu kuat hingga kita memalingkan pandang dari sang pencipta rasa ingin

Aku hanya belum mampu berjalan di atas tanah kering ini seorang diri,
Sebab aku terbiasa melompat riang bersamamu di atas ombak dengan debur serupa tangga nada musik klasik 
Jika kau lelah, bersandarlah pada karang, lalu angin akan menyanyikanmu lagu-lagu kesukaan kita,
dan bahuku senantiasa siap menjadi tempat kepulanganmu


Dari Aku
Kepada Kau yang Semestaku

06 December 2012

Baiklah, mentransmigrasikan amarah menuju iba kuakui memang keahlianmu. Jenaka sekali caramu menadahkan telapakmu demi memohon maafku haha. Sepertinya permainan kata ini sudah sedikit melampaui tema awal. Memang dalam bermain kata, kita perlu menjadi sedikit liar. Mencakar-cakar kotak imaji, menerkam aksara, mengunyahnya menjadi kata, lalu kita merasa kenyang setelah menelan semangkuk penuh frasa. Malam sudah mendesak jiwa kita untuk segera berkunjung ke lembah mimpi. Baiknya kita akhiri saja "Perang Kata" kita malam ini. Terimakasih telah bersedia meluangkan waktumu untuk merangkul aksara bersamaku. Selamat memejam, sahabat kata-ku ;)

http://raindyabiseka.wordpress.com/
Kuncup telah merekah saat embun mengecup dahannya, terik telah menyusup diam-diam ke dalam pori-pori saat mentari melepaskan percik demi percik apinya secara perlahan, angin malam telah mendekap raga hingga ujung jemari bergetar. Semua terlihat begitu wajar. Tak ada yang perlu diperbaiki. Satu lagi, aku bukan sang pemilik waktu. Kau bisa memintanya kepada Yang Maha Pemberi Waktu.
Dengar baik-baik, kali ini biarkan peranan kedua telingamu diambil alih oleh hatimu. Aku tak pernah mengatakan bahwa aksaramu kau susun untuk yang lain. Sepertinya kau melakukan kekeliruan dalam memahami kataku. Sudah kureka dan benar saja bahwa memang lidah dan jemarimu mahir berdansa bersama kata, namun tidak dengan hatimu. Hingga lagi-lagi kau terpeleset dan jatuh tertelungkup di atas terkaan isi hati yang tak sesuai dengan harap yang sejak senja kemarin telah ku tanam di dalam ingatan dan kuberi nisan di permukaannya.
Aku bukan semut yang merangkak menuju aksaramu demi memintamu merangkaikan kata-kata manis untukku. Jangan menjanjikan apapun, pula berkata terlalu manis padaku. Jangan paksa aku untuk menyusun jeruji besi untuk memenjarakan pujian-pujianmu yang sengaja kau susun untuk mencekik nadiku hingga helai demi helai petikan mawar terjun bebas berhamburan di atas piguraku.
Goresan? Aku tak sedang menggores. Cobalah sedikit bermain dengan ingatanmu. Aku tak pernah menggores apapun di atas pikiranku. Aku memahatnya. Agar ketika detik yang menggelitik teliga kita sudah lelah melakukan tugasnya hingga ia terlelap dan berhenti berlompatan, kata ini akan tetap menginap di dalam ruang imajimu tanpa meminta izin untuk kembali pulang.
Seperti lentera yang cahayanya berdansa di atas setetes rayuan yang mengalir ke sudut gelap pelupuk mataku, kata-katamu selalu membujuk asaku untuk memujanya dalam hening.

05 December 2012

Dear feelings, I'm sorry I can't make you all into words to complete other words as a pretty poem. I'm not a bird which every words it says always sounds like a song, nor a swan which everytime it moves seems like a dance.

27 November 2012

Buku

Sedaritadi aku duduk di balkon dengan angin yang meraba-raba helai rambutku. Sejuknya membisik seperti sebait syair berbalut nada yang terdengar harmonis. Langit oranye merayuku untuk terus memandanginya. Benar saja, hanya dengan memandanginya aku dapat secepat kilat jatuh cinta padanya. Aku sedang membaca kumpulan sajak sebagai alat transportasiku ke alam bawah sadar. Sulit kupahami bait demi bait yang berbaris tertib di atas kertas buram yang aku jamah sejak ratusan detik lalu. Namun ternyata membacamu lebih sulit. Aku akan mempelajarimu. Memahamimu kata demi kata. Kau boleh sesekali memberiku soal ujian di setiap bagian akhir bab mu. Agar kau tau seberapa dalam aku mengerti apa yang aku baca. Berdoa saja agar suatu saat kau dapat kusampul dengan rapi dan kutulisi namaku di bagian terluarnya.

27 October 2012

Teh Hangat

       Sudah dua hari hujan terjun ke kulit bumi. Membiarkan dirinya jatuh ke atas kepalaku untuk kemudian hilang oleh sentuh handukku yang selembut jemari berkeringat. Aku sedikit menggigil. Namun mungkin tak seberapa bila dibandingkan dengan menggigilnya rumput yang sejak tadi tertunduk pasrah bermandi air langit. Sosok paruh baya menghampiriku dan menawariku secangkir teh. Kukatakan pada Beliau, biar aku sendiri saja yang membuatnya. Sengaja tak kutuangkan gula sebutirpun ke dalamnya. Sebab rindu sudah terlalu manis, mungkin secangkir teh tawar akan begitu hangat dan nikmat kuteguk bersama rindu. Atau untuk lebih menyempurnakan irama jarum panjang pada jam dinding di kamarku, aku dapat meneguknya sembari memandangi malaikat kecil yang tepampang di layar ponselku. Kalau sudah begini, apa yg membuat aku tak lagi mempercayai bahwa bahagia itu sederhana? :)

30 September 2012

26 September 2012

Aksara Untuk Senja

Entah  berapa lama aku hanya memandangi aksara sedang tergeletak tanpa daya di kepalaku, jumlahnya tak kalah banyak dengan dentuman detik yang sejak tadi terdengar sendu. Aku berharap dapat menyusunnya dengan rapi dan kuberi pita cantik di permukaannya untuk kemudian kuberikan sebagai hadiah kecil untuk senja yang indah. Senja yang selalu ada di sela-sela hariku yang temaram tertiup kepak malaikat. Dan untuk Matahari, kuharap kau tak terlalu bersemangat untuk membenamkan diri. Izinkan aku melihat senjaku lebih lama lagi.

24 September 2012

Beberapa pasang kata hanya akan tetap menjadi sebuah kalimat hingga ia diakhiri dengan tanda tanya.

20 September 2012

Bilamana angin malam terlihat meniup-niup wajahmu dengan terpaksa, izinkan senja mengusap tulang pipimu dengan jingganya. Dan lupakan saja tatapan sinis pagi yang cemburu pada sipu tanpa jeda dikala lelap. Biarkan ia bercerita kepada siang yang teriknya mampu mengubah airmata menjadi uap.

19 September 2012

"Sampaikan kembali salamku untuk langitmu..."

Sungguh siang yang terik. Entah telah berapa ribu detik aku lewati dengan hanya berdiam sembari mengaduk-aduk segelas susu coklat dingin. Berdiam bukan berarti seluruh pikiranku ikut membeku. Justru ia semakin mencair dan tumpah begitu saja. Mungkin karena cangkir imajiku terlalu mungil, hingga tak sanggup menampung segala lamunan yang menetes deras ke dalamnya. 

Kali ini aku kembali bergurau dengan saraf-saraf mikro di otakku. Tanpa sengaja aku tertawa mengingat hal itu. Bodoh sekali. Rupanya aku salah menafsirkan tawaranmu malam itu. Seperti saat melihat benang yang kusut, aku mencoba menariknya pelan-pelan. Hingga akhirnya aku tahu bahwa itu adalah seuntai benang yang masih saling berkaitan. Maka seperti itulah aku baru saja memahami kata-katamu. Seperti halnya penyesalan, aku pun sering datang terlambat. Sebelum kemudian kau mempersilahkanku masuk ke pikiranmu untuk sekedar bertamu atau menginap. Namun ternyata kau menginginkanku untuk tinggal lebih lama. Masih banyak hal yang harus aku pertimbangkan. Hal yang sebenarnya kau tahu dan tak harus kau ketahui. Begitulah yang ku katakan kepadamu. Lalu kau bilang aku tak harus terburu-buru. Karena suatu saat kau yang akan datang lagi dengan mengetuk pintu dan mejadi tamu, kemudian menanyakan hal yang sama. Entahlah, tapi aku yakin saat ini kau sedang menikmati siang harimu. Pun aku. Bicarakan saja apa yang kau keluhkan. Seperti biasa, aku akan siap mendengar ceritamu. Namun bila kau rasa bicara padaku hanya mengikis waktumu dengan kesiaan, bicara saja pada cermin di dinding kamarmu, dan boleh kau ingat-ingat alasanku mengapa aku segan memulai percakapan denganmu. Semoga kau baik-baik saja. Sampaikan kembali salamku untuk langitmu...
"Adepna mukanira iku maring ing sang katon. Iya ikukabeh rarahine angalingi rahining dumadi. Rarahi kang luwih kang katon sawegung."

Artinya:

"Hadapkanlah wajahmu kepada semua yang nampak. Itu semua adalah wajah Yang Maha Pencipta. Tersembunyi di balik permukaan alam semesta."

- Prof. Suteki -

18 September 2012

Payung Teduh - Rahasia

Tak ada sore dan udara menjadi segar
Tak ada gelap lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati butiran pasir terbang ke langit
Telah hilang terserap matahari
Harum mawar membunuh bulan
Rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu balas semua bisikanku
Memanggil namamu
Atau kau ingin aku berteriak sekencang-kencangnya
Agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaraku

16 September 2012

 
"Is there any girl who's not really excited when she's getting a flower?" "Me."

If only I could drink a glass of happiness

15 September 2012

Rezeki yang Digantungkan

"Allah SWT telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk ciptaan-NYA. Tapi manusia juga wajib untuk menjemput jatah rezekinya tersebut. Menjemput berbeda dengan mencari. Karena menjemput sudah pasti ada, sedangkan mencari belum tentu ada."

- Muhammad Assad, NFQ -
Your Daddy was right



10 September 2012

Writing a poetry doesn't always mean you're in a sadness. We talk about art. As you've known, art has no limit.

07 September 2012

Kurasa malam ini begitu senyap. Seperti sebuah sapaan senja yang tak bersahutan. Tubuhku sedikit lemas dan hangat. Hah...andai saja ibu ada di sini. Pasti Kau telah menyiapkan bubur hangat untuk makan malamku dan kemudian mengusap dahiku hingga aku mengetuk pintu mimpi. Sedangkan ayah bergegas menyelimutiku sebelum tubuhku menggigil. Aku rindu kalian, kesayanganku.

06 September 2012

*sigh*

Hah.....sudah lama sekali aku tidak bersua dengan blog-ku ini. Sepertinya jemariku terasa sedikit kaku dan kata-kata seperti telah menjadi puing yang berserakan di otakku. Sebenarnya ada banyak sekali cerita yang ingin aku semai disini. Apa daya, waktu lah memenjarakan aku dan jemariku menjauh dari keyboard hahaha berlebihan. Oh iya, sekarang aku sudah resmi menjadi mahasiswi hukum di sebuah perguruan tinggi negeri bernama UNDIP. Senang sekali rasanya dapat merasakan kebahagiaan yang terpancar dari senyum bangga ayah dan ibuku. Sebenarnya masuk fakultas hukum adalah cita-cita ayahku. Namun entah mengapa saat duduk di bangku kuliah, ayahku tidak mengambil jurusan ini. Maka dari itu, aku sebagai anak pertama harus lebih membuat ayahku bangga  dengan menjadi mahasiswi hukum yang berprestasi.

Problemnya hanya satu, aku menjadi terpisah jarak yang begitu panjang dengan keluarga dan sahabat-sahabatku. Sedih sekali setiap aku mengingat mereka. Rasanya ingin cepat-cepat kembali ke kotaku dan memeluk mereka satu per satu. Namun aku masih mempunyai kewajiban di sini.

Aku titip kotaku, ya. Bilang dia, jangan nakal selama aku di sini. Jika ketahuan, akan ku jewer telinganya. 

Aku rindu kalian...

08 August 2012

"Ada anak yang bangga karena jabatan ayahnya, ada ayah yang bangga menjabat tangan anaknya."
-ZH-

07 August 2012

Mari meminta kepada Tuhan. Kepal telapakmu dan aku akan melebarkan telapakku. 

06 August 2012

Seperti Itu

Seperti kesenyapan yang bising dan kebisingan yang senyap. Seperti warna yang menggelap dan kegelapan yang berwarna. Seperti kemarau yang basah dan hujan yang kering. Seperti batu yang bergerak dan angin yang diam. Seperti api yang megalir dan air yang berkobar. Seperti singa yang mengeong dan kucing yang mengaum. Seperti itulah yang aku katakan kebiasaanmu yang tidak biasa, sahabat. Kau mengenalku tidak lebih baik dari aku mengenalmu. Salam penuh kasih untukmu. Selamat memejam.

05 August 2012

Jinjit

Aku sedang berjalan jinjit di atas senyum yang licin. Aku khawatir akan terpeleset dan jatuh ke dalam kolam imaji. Sungguh, aku ingin berenang-renang di dalamnya. Namun imaji ternyata tak serupa air. Ia begitu keras. Sehingga sakit ketika membenturnya. Hah...biar saja orang berkata aku penakut. Hanya aku dan Tuhanku yang tahu bahwa aku hanya sedang berjaga-jaga. Menjaga langkahku yag saat ini sedang berpeluk pada cahaya lentera agar tetap dengan jelas memperhatikan bagian lantai hati yang mungkin saja belum mengering.

25 July 2012

"Menulis itu memunguti ingatan dan merapikannya", kata salah seorang teman di personal message-nya.
Ketika bait adalah sahabatku, maka seharusnya kata adalah kekasihku. Dalam diam, aku mencintai kata. 
When Black and White being one as Gray
Sebaik-baik aku mencintai kata-kata, Tuhan jauh lebih baik mencintai kita-kita.

23 July 2012

How can I follow my heart when I don't even know that my heart is walking

05 July 2012

Kepada Kata

Wahai kau, beberapa pasang kata yang bercengkrama di langit senja, tetaplah menjadi sayap-sayap kecil yang selalu mengepak di angkasa raya. Biarkan aku tetap menemukan aku di dalamku. Biarkan pikiranku menari-nari pulang menuju istananya. Kelak, kalian lah yang akan membuatku terkikik geli saat membuka kembali jejak penaku yang perlahan samar di masa sebelum nanti. Masa dimana aku tak dapat lagi meraba sebab lahirnya kalian dari kotak imajiku.

28 June 2012

Aku menari-nari di atas kelopak. Kuletakkan ujung jemariku pada embun dan dahan yang sedang berpeluk. Menyejukkan. Sesejuk bisikkan lirih syair di kala senja. Aku mengadahkan kepalaku. Menatap langit, paparan jingga tanpa tepi. Ku pertemukan lututku dengan rumput yang berpeluh. Kemudian rusukku melemas hingga dahiku menyentuh tanah. "Tuhan, aku mengagumi karyamu. Biarkan aku bersimpuh untukmu."

27 June 2012

We've been playing such a fool and I enjoy the game


19 June 2012

Aku tau, apa yang anda-anda tau bukan lah apa yang aku tau karena setauku anda-anda tidak pernah tau apa yang aku tau. Maka seharusnya apa yang anda-anda tau tidak perlu aku tau.
Terlihat bodoh. Sengaja mengiris jemari kemudian meniup-niup luka sendiri.

17 June 2012

       Teruntuk kau, laki-laki yang merupakan ayah dari anak-anakku kelak. Aku tidak sedang mencarimu. Tugasku adalah mensolehahkan diriku, menjilbabi hatiku, dan menjaga jiwaku dari mereka yang tidak berhak atasku. Kamu tentu tau apa yang harus kamu lakukan.Ya, memperkuat imanmu agar kau dapat menjadi imam yang baik bagi keluargamu. Jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku, titipkan saja pesanmu pada Tuhan. Jangan lupa selipkan sebait sajak penghantar pejam untukku. 
Selamat malam. Selamat memejam. Jangan lupa, panjatkan doa sebelum lelap. 

10 June 2012

When you say to a girl "Tell me if you done, I still wanna have a chat with you :)", but the girl doesn't tell you when she's done, trust me, you just disturb her and she doesn't wanna talk to you any longer.
Untuk para galauers twitter yang stok galaunya ga abis-abis:

"Galau itu kayak pake kaos kaki bolong, bro. Rasanya ga enak, ga nyaman, kayak ada yang kopong. Dan harusnya lo malu cerita ke orag-orang, bukannya malah curhat di twitter. Cerita di twitter ga bikin kaos kaki lo rapet lagi bro, apalagi dapet kaos kaki baru."

- Ge Pamungkas on Stand Up Comedy -

08 June 2012

PWT

Jadi gini ceritanya...
Di suatu pagi yang ga cerah-cerah banget, dengan sasakan dan kebaya yang lumayan kece gue lari-lari kecil ke gerbang babe karena telat dateng ke PWT. Tiba-tiba sebelum gue sempet narik nafas, barisan kelas gue udah pada mau jalan ke tempat duduk. Akhirnya dengan berbekal jiwa jeger, gue nyelak barisan dan berdiri di sebelah you-know-who, bamby -_- karena dari pertama kali masuk kelas 3 kita udah janjian PWT bakal bareng jalan di red carpet biar dikata Angelina Jolie sama Brad Talk :">
Pas gue masuk ke barisan tiba-tiba temen-temen kelas gue pada teriak "SYAHRINI! SYAHRINI!" huft entah dari sudut mana gue dibilang syahrini. Padahal yang lebih mirip syahrini itu Bamby, si ratu sensasi. Kita semua jalan ke tempat duduk yang udah disediain. Di panggung orang-orang pada gantian berpidato. Gue berasa kayak lagi ikut kampanye Jokowi. Tiba-tiba ada sosok berkerah v-neck naik ke panggung. Sepintas mukanya mirip banget sama Mat Solar, temen-temen juga mengakui, bukan gue doang. Ternyata...doi kepala sekolah gue #okesipdiskors #untungudahlulus. Abis itu ada salah satu mentri ayahnya temen seangkatan gue, dia juga berpidato. Pidatonya panjaaaaaang banget. Pasti doi doyan ngobrol kayak Oma gue.

Sesi pidato belum selesai. Tapi apa daya perut tak bersahabat. Padahal pas di salon gue udah makan nasi rendang. Gue nyolek-nyolek Bamby "Bem, gue laper. Pidatonya ga selesai-selesai. Btw kok ga ada meja prasmanannya sih?" "Sama!! Tahun ini bukannya ga ada? Kan kita cuma dikasih snack kotakan"
Oke, ini lumayan bikin shock. Tiba-tiba gue menyesali hidup, kenapa gue ga lahir tahun 93 aja, kan gue bisa PWT tahun lalu jadi bisa makan prasmanan dan ga musti kelaperan kayak sekarang. Penyesalan emang selalu datang belakangan. Berhubung gue telat dateng, jadi gue ga sempet ngambil kotak snack di kelas. Cecem manggil Bamby dengan ngebawa kotak snack "Bem mau ga nih?" Tanpa ngeluarin sepatah katapun, Bamby langsung ngerampas kotak snack dari Cecem. Sumpah ini mirip adegan pencopetan di film "Preman Pasar Tebet". Ada yang tau ga filmnya? Ga ada?? Yaiyalah filmnya kan belom rilis. Tunggu aja produsernya (Om Rene) rilis tahun depan #digebugbamby #albumbambyajabelomrilis
Oke back to laptop. Bamby ngebuka kotaknya dan gue cuma ngeliatin dengan mupeng. Tapi dia ga ada basa-basinya buat nawarin :''''''''''''''''')
Yauda gue tarik aja roti abon yang lagi dia pegang. Eh dia malah narik lagi. Akhirnya terjadilah adegan tarik-menarik atau bahasa kampungnya "rebutan". Setelah beberapa detik rebutan roti abon kita sadar kalo sekarang ini dia lagi pake jas dan gue pake kebaya. Malu woy sama konde! Dengan gerakan super anggun gue lepas rotinya. Tapi sebelum ngelepas gue udah sempet nyuil dikit sih, mayan buat ganjel wkwkwk. Akhirnya acara selesai. Semua kelas bubar kayak tukang jualan di Monas yang kedatengan trantip. Kita foto-foto (lagi) dan abis itu....bingung mau ngapain. Yauda akhirnya kita semua pulag satu per satu. Tamat. Oh iya, ini ada beberapa foto PWT hasil jepretan ketapel anak jombang hm...iya maksudnya hasil jepretan fotografer handal. Boong dikit gapapa yak biar keren.

Entah kenapa gue jadi keliatan paling gede disini -_-

Ini Bamby. Bamby bermain bola.

Pussycatdolls a.k.a boneka kucing garong minus Cacha & Randi

Tituf & Melar, Melarnya kayak ansos dibelakang ga keliatan wkwk

Temen dari kecil nih huhu terharu ngedh lulus bareng

Bukan, ini bukan lagi jadi amung tamu -_-

Ini dia nih yang ditunggu-tunggu, Rifka dandan dan pake kebaya. Padahal biasanya disuruh nyisir aja susah wakakak

Ini cip sama bun. XOIX bun! #eh XOXO maksudnyahhh

06 June 2012

05 June 2012

Sepenggal Percakapan Petang

A : Karena sebagian dari diriku ingin menyembunyikan kisah hidup ini yang membuat semua orang rela berkorban untuk mencari tahu

B : Hahaha kamu ini lucu. Menyibukkan diri demi membuat sibuk orang lain yang penasaran dengan kisahmu

A : Bukankah langit punya malam untuk menutupi dirinya? Bukankan manusia punya kulit untuk menutupi tubuhnya? Sama seperti aku ini. Hanya saja aku lemah dan tak berdaya, yang kumiliki kini hanya hati

B : Tidak usah khawatir, hidup itu seperti senja yang dapat menenggelamkan kekuatan dan digantikan oleh kelemahan yang gelap. Tapi kamu juga harus percaya akan datangnya fajar yang siap mengembalikan kekuatanmu secerah surya

A : Aku jelas percaya

B : Bagus, bersikap adil lah pada dirimu. Jangan malah mengadili diri sendiri.

A : Baiklah. Kan kuturuti semua permintaan baginda. Paduka mengerti.


Kalau kamu baca ini, jangan marah ya. Aku tidak bermaksud membeberkan kelemahanmu kepada orang banyak. Hanya saja, percakapan kita kali ini sedikit membuatku tergelitik ketika membacanya kembali hihihi. Tenang saja teman, identitasmu kurahasiakan ;)
Baru saja aku membuka sebuah laci kecil yang menjadi tumpuan berdirinya lampu tidurku. Aku mencoba untuk merapihkannya. Namun, tebak apa yang aku temui? Selembar kertas berisi puisi yang kubuat ketika aku masih duduk di bangku SMP kelas dua. Kalian pasti tidak percaya. Pun aku hahaha. Bisa-bisanya aku berkata sepuitis itu di usiaku yang masih sangat lugu. Surat itu aku tujukan kepada seorang laki-laki yang baru satu kali aku temui pada saat itu. Ya, satu kali. Entahlah, aku mengaguminya. Begini rupa surat itu :



Hahaha aku jadi malu sendiri membacanya :$
Hidup adalah lintasan marathon. Terkadang, ada yang terjatuh di tengah lintasan lalu gugur, ada yang bangkit kembali untuk terus berlari, ada yang berpeluh karena kelelahan, dan ada pula yang merentangkan lebar kedua tangannya sembari berlutut puas di garis finish. Semua tergantung seberapa besar keyakinanmu untuk mencapainya. Namun apabila gagal, tak perlu menyesali apapun. Setidaknya kamu telah mencobanya. Percaya saja, Tuhan akan memberimu yang terbaik. Saat Tuhan tidak memenuhi permintaanmu, bukan karena Ia membencimu. Justru karena Ia sangat menyayangimu. Tanpa pernah diketahui, hal-hal indah yang kamu miliki di hari ini yang membuat senyummu merekah, itu adalah bagian dari pengabulan permintaanmu yang belum sempat Tuhan penuhi kemarin. Ingatlah, Tuhan selalu menepati janji-Nya. Sebut saja ini semua bagian dari keikhlasan. Aku tau, kamu pasti lebih paham daripada aku tentang arti sebuah keikhlasan. Semoga kebahagiaan senantiasa menjadi teman setiamu, untuk kamu yang membaca surat kecil ini.
Selamat malam, selamat memejam :)

From Zenna Sabrina's Tumblr, Inspring!


Anak Seorang Tuna Netra
Semarang, 23 Januari 2012
Untuk Nanang, Seharusnya kuceritakan ini enam tahun lalu, tapi ya sudahlah. Simak suratku baik-baik.
Pernah sesekali, bukan, bukan sesekali, bahkan berkali-kali aku berpikir banyak yang kurang di hidupku. Tuhan bilang, Dia Maha Adil. Keadilan macam apa yang Dia berikan? Semacam mengambil ayahku beberapa tahun lalu? Aku merasa sepertinya Tuhan sedang menjahatiku.
Sampai ketika aku bertemu seorang bapak separuh baya. Bapak itu tak mampu melihat dengan mata kepalanya. Ya, beliau seorang tuna netra. Ketika kutanya bagaimana bisa dia berjalan selancar itu, beliau menjawab, “Tuhan Maha Baik, Nak. Dia membuatku buta namun menajamkan mata hati dan indra pendengaranku.”
Setahuku, beliau hampir tidak pernah lupa mengucap syukur atas segala yang telah ditakdirkan Tuhan padanya, termasuk kebutaan. Ini perkataan beliau yang paling kuingat :
“Yang tak terlihat bukan berarti tak ada. Mata kepala hanya melihat apa yang ingin dia lihat, sedang mata hati mampu melihat yang tak kasat dan sekelibat. Maka itu, selama ini bapak justru bersyukur atas kemampuan melihat yang tidak dapat orang normal lihat. Tuhan menciptakan segala sesuatunya bukan tanpa maksud, Nak. Pun kebutaanku. Dan mungkin juga Tuhan terlalu menyayangi bapak, Dia khawatir bapak akan dihanyutkan oleh daya tarik dunia yang nantinya justru menutup mata hati bapak. Tidakkah menurutmu itu mengerikan apabila benar terjadi?”
Sesaat aku malu mendengar beliau berbicara sebijak itu. Selama ini aku menilai diriku lebih mengerti persoalan di dunia sebab aku memiliki anggota tubuh tanpa kekurangan, tetapi bapak itu berhasil membuatku tertunduk mengoreksi diri.
Selama ini aku menyalahkan Tuhan atas kepergian ayahku, tapi aku tak pernah sadar bahwa Tuhan sedang berbahasa padaku. Tanpa adanya ayah di sampingku, aku jadi bisa jauh lebih mandiri. Aku boleh berbangga sebab saat ini aku beberapa tingkat lebih handal dalam ilmu ikhlas dan sabar dibanding anak kebanyakan. Itu yang Tuhan mau, dan sudah seharusnya aku berucap syukur atas itu setiap hari.
Ah iya, apa kamu ingin tahu siapa beliau? Aku rutin bertemu bapak itu semasa SMA, beliau penjual kincir angin mainan di SD dekat rumahku. Aku sering menemuinya sepulang sekolah karena searah dengan jalan pulang. Ya Nanang, beliau ayahmu.
Ayahmu tulus memeras keringat demi menghidupi keluarga, dan demi membiayai pendidikanmu hingga saat ini. Jangan perdulikan mereka yang mencemooh kamu dan ayahmu selama ini. Biar saja mulut mereka kotor oleh debu cemoohan mereka terhadapmu dan ayahmu.
Tak perlu menutupi identitas ayahmu. Jika aku jadi kamu, aku akan tunjukan pada semua orang bahwa aku memiliki ayah terhebat. Tidak ada sisi memalukan dari ayahmu, Nanang. Memiliki ayah seperti ayahmu adalah suatu kebanggaan. Beliau kesayangan Tuhan. :)
Salam hangat untuk ayahmu, katakan aku merindukan nasihat-nasihatnya. Dan, jangan ragu membawa beliau ke acara wisuda sarjana kita bulan depan ya, agar aku juga bisa bertemu lagi dengannya. :)
Maaf kuselipkan surat ini di bukumu, sebab kupikir dengan membaca kau jadi bisa berpikir ulang daripada mendengar langsung seribu nasihatku yang mungkin malah membuat kupingmu kegerahan.
Tertanda, teman sekelasmu dulu,
Meira

01 June 2012

#gombalgagal

A : "Neng, tau gak kenapa jari-jari ada celahnya?"
B : "Ya kalo ga ada celah mana bisa ngupil bang"
A : "Oh iya ya -_-"


C : "Neng, punya obeng gak?"
D : "Wah kebetulan banget bang, kami mau menawarkan produk-produk kami. Ada obeng, tang, paku,
      lengkap pokoknya. Harganya ekonomis kok bang, bisa dinego. Mau?"
C : "......................"


E : "Hm....bapak kamu drummer ya?"
F : "Itu dia masalahnya, saya aja gatau sekarang bapak saya dimana. Udah 3 kali lebaran ga pulang-pulang.
     Kasian bang ade-ade saya nyariin terus T_T"
#deritaanakbangtoyib


G : "Neng, abang punya pantun. Beli obeng di kramatjati, pulangnya naek mobil bupati. Biarpun abang harus
      menanti, hanya eneng yang slalu di hati"
H : *diem*
G : "Neng bales dong"
H : "Ga usah bang, saya sih gitu orangnya gak dendaman. Biar aja semua Allah yang bales"

28 May 2012


"First they ignore you, then they laugh at you, 
then they fight you, then you win." 
- Mahatma Gandhi-
Check this out, a couple covered Turn Your Lights Down Low. How sweeeeeet <3 

27 May 2012

I'm gonna talk about one word our world needs "PEACE". There are a lot of wars in this world. War of fighting ourself, war of the nationalism, and war between a country with another country....

People, we're living in the same earth. We were created by one God. We're living as a human. Where do you put your deepest heart? Do you close your eyes, ears and brain? Where's the joy we need? Where's the humanity side of yours? Where's the justice?
Now, look at these pictures and see how wonderful the meaning of PEACE is.

An US Army Soldier tried to teach how to use this thing

A kiss from the US Army Soldier to an Iraq baby

Crying on a dead baby who shot by a stray bullet

They were talking like bestfriends

So, tell me how can we buy the Unity of this world? 
The best anwer is in our heart. Let's build the justice and civilized humanity. Let's Heal the World!

24 May 2012

Don't be looked too absurd by copying another's mark ;)

21 May 2012

Our Out Of Control Voice -_-


First performance at one of my friend's party. Look at me there hufttt super chubby, or cause I sat next to the tinny thaya? hahaha.  And the out of control voice.........hahahaha disaster!!! Sounded like srcewing -_-" This video is for you, anyway! (cc: bamby) Well, we're gonna be singing again next time. Keep rock for our High School Musical!!! See ya bamz! :p

19 May 2012

Untuk Ibu

Benar kata mereka. Aku terlalu kekanak-kanakan. Mengingat usiaku yang sudah cukup dewasa, seharusnya aku bisa lebih bijak daripada ini. Terkadang aku bersikap tak serius saat ibu bicara. Bukan, bukan karena aku tidak peka terhadap keadaan. Hanya saja aku ingin selalu terlihat sebagai gadis yang ceria. Ibu tidak boleh melihatku menitihkan airmata. Ibu harus selalu melihatku riang. Sebab suatu saat kau berhak merasa bangga pada dirimu karena dapat membesarkanku tanpa pernah melihatku bersedih. Ibu pernah berkata bahwa aku tidak pernah peduli dengan apapun. Ibu...aku tak perlu mengatakan padamu bahwa aku selalu menangis saat menyebut namamu dalam doaku. Terlebih saat aku menulis tentangmu. Ibu tenang saja. Aku tau apa yang mengganjal hati dan pikiranmu belakangan ini. Kuharap ibu dapat bersabar. Semua terjadi dengan alasan. Tuhan tak mungkin mengabaikan doa kita. Aku bangga memiliki ibu sepertimu.

14 May 2012

I'm not happy. I'm not sad. I'm not in love with anyone. I'm not hating anyone. I'm not wanting anything. I'm not really exiting with my life.  I'm feeling flat. Terrible.

11 May 2012

A Letter to Little Angel

Dear my lil' sist, Syaira.

You bring joy into this home. Thank you for always making me laugh when I wasn't in a good mood. You are my moodbooster. The way you call my name, the way you hug me when I go home, the way you make some innocent jokes, the way you say that you love me, I really love these. Bunch of kiss and hug for you, little angel, XOXO.


Sincerely,    
Your Elder Sista
"Tidak semua yang aku tulis itu aku dan tidak semua yang kamu baca itu kamu"
- ZH
Creative hahaha

10 May 2012

Filosofi Waktu

Untuk apa pagi diciptakan?
- Agar selalu ada sesuatu yang baru yang tidak dimiliki hari kemarin

Untuk apa siang diciptakan?
- Agar manusia tidak terbelenggu dalam kemalasan dan terus bekerja keras

Untuk apa senja diciptakan?
- Agar kita semua dapat mengerti bahwa sesuatu dapat redup saat dihinggapi keindahan

Untuk apa malam diciptakan?
- Agar jiwa yang lelah dapat kembali tenang
I'm so thank to God I never even know you. I dunno what will happen if I do -_- *deep sigh*

07 May 2012

Kemarin kakak sepupu ngetweet "Cewe orang adalah cewe kita yang tertunda" terus cewenya ngeretweet marah. Mungkin itu quote of the year buat laki-laki mainstream :p *ngikik*

06 May 2012


Settle Down
Saat itu air langit berdesakan menyentuh kulit bumi, sebut saja hujan. Kepada langit, cobalah tenang sejenak. Berhentilah meneteskan airmata. Semua baik adanya.
Seperti surya yang siap ditenggelamkan senja. Seperti lentera yang siap ditemaramkan angin. Seperti itulah aku siap menapaki senja esok hari.
I'm (gonna be) fine :)

30 April 2012

Black & White











Though life offers me lots of colors, I choose black and white to representative my life. Not because of my life is monotonous but well, after all, actually there's just two color in this life. It's your own right to choose which one you wanna be like, being "black" or "white" ;)
When Fashion Meets Passion

"Life's tragedy is that we get old too soon and wise too late" 

- Benjamin Franklin -
How can we get down when whe once on the top? Cause we live on a circle zone named life :)

28 April 2012

Life is too short, make everything as simpe as it can be ;)


27 April 2012

Dear Kimmy Jayanti and Fahrani Empel, why u look so gorgeous?
Sincerely, Me.


Kimmi Jayanti


Fahrani Empel

19 April 2012

18 April 2012

"Happiness is not always about having our wishes granted, but knowing that we have a dream and we're heading there."
- Diana Rikasari -

13 April 2012

High School Musical. That are the best words to describe my High School life. We sing, we dance, we laugh, we cry, we hug, we fight, and we are one. I'll be missing you all. I'll be missing the moments we had. Thank you SMA 3 JAKARTA for being the best part in my whole life :")



 Party.......dorks akakak canda


XII.IS.B


ANTTIC 7th


 Last day using batik SMA 3 :"


 Trio Macan doang sih lewaaat



 BKUI 


 BTS


 Nyaru sama anak Padus biar dapet hokben T_T


 Happy Birthday Me ^^


 Ceritanya makam Guntur wakakak