Bilamana angin malam terlihat meniup-niup wajahmu dengan terpaksa, izinkan senja mengusap tulang pipimu dengan jingganya. Dan lupakan saja tatapan sinis pagi yang cemburu pada sipu tanpa jeda dikala lelap. Biarkan ia bercerita kepada siang yang teriknya mampu mengubah airmata menjadi uap.
No comments:
Post a Comment