Jemari kaku rupa tugu
Daun kecil layu menggigil
Berbisik akar sepi di luar
Sepi..
Pun hujan enggan tahan
Semut-semut mati bunuh diri,
sebab sedih tanpa tepi
25 November 2014
08 November 2014
Ayah, Lekas Sembuh
Ayah, aku tau mungkin aku tak selalu turut tutur mu
Tapi selalu ada rindu di balik pesan singkat ku
Ayah, ku dengar suaramu parau
Terdengar antusias namun sedikit lemah
Ayah, tawamu buatku lega
Apalagi jika aku penyebabnya
Ayah, semoga kita lekas bersua
Ada banyak cerita yang harus ku bagi denganmu
Ayah, ku harap kau lekas sembuh
Masih ada sesuatu yang belum kau lakukan untukku,
menjabat tanganku dengan rasa bangga..
Tapi selalu ada rindu di balik pesan singkat ku
Ayah, ku dengar suaramu parau
Terdengar antusias namun sedikit lemah
Ayah, tawamu buatku lega
Apalagi jika aku penyebabnya
Ayah, semoga kita lekas bersua
Ada banyak cerita yang harus ku bagi denganmu
Ayah, ku harap kau lekas sembuh
Masih ada sesuatu yang belum kau lakukan untukku,
menjabat tanganku dengan rasa bangga..
Rindu, Mati Suri
Dua musim lewat tanpa permisi
Dua angkuh saling mengaku
Pada akhirnya, aku sadar
Ombak tak akan selamanya menghantam diri
Ada kala ia lelah dan bersandar pada bebatuan
Sayang, terima kasih atas kebaikanmu menawarkan diri untuk mengisi kembali cangkirku yang cukup lama kosong
Cangkir yang sempat kau teguk sendiri dan kita hempas ke lantai bersama
Selama ini kita terlalu memberhalakan benci
Semoga lepas peluk bisa jadi cara bangunkan kembali rindu yang sempat mati suri
Subscribe to:
Comments (Atom)