28 March 2012

Sesekali aku memaksa penaku untuk menari-nari di atas seuntai kertas putih. Awalnya ia menolak canggung. Lama-lama ia terbawa suasana, menari hingga lupa diri. Dan kau adalah alunan musik yang mengiringi. Begitu manis. Hingga penaku menangis. Menumpahkan airmata hitam di atas sebuah kertas. Kertas yang beberapa waktu lalu menjadi lantai dansanya. Ia mulai merangkai sajak demi sajak. Membuat sebuah musikalisasi puisi. Dengan tangga nada yang paling tinggi. Dan senja akan menyanyikannya dalam hening.
The stuffs were burried

Zarry Hendrik (17)

Merangkak Dan Meminta Maaf
Meski akhirnya berakhir, lihatlah kita!
Berhasil berlari di jalan berliku dan berbatu dalam keadaan tanpa alas kaki adalah hebat, bukan?

Perhentian kita adalah karena sadar bahwa di ujung sana adalah kebuntuan. Ini bukan keputusan yang bodoh, tetapi keputusan yang sulit. Memang tidaklah mudah untuk berjalan mundur sambil menangisi keadaan, lalu dengan secepat kilat aku mengangkat dagu dan menatap hidup baru tanpa hadirmu. Akan tetapi palu sudah diketuk, air mata yang jatuh juga tidak mungkin kembali ketempat asalnya.
kita tidak lagi satu, di mata mereka.

Lihatlah sekarang perbuatanku!
Sekarang kau menangisinya dengan rasa sakit yang mendalam, seakan aku telah mempermalukan dirimu di depan banyak orang.
Demi Tuhan, mengambil keputusan ini adalah bukan tanpa air mata dan kepedihan.
Jadi jangan siksa aku dengan tuduhan yang bertubi-tubi, karena sekarang aku menjadi mudah sekali mati. Ketahuilah, aku merangkak dan meminta maaf.

Jadi untuk cinta dan kebaikan yang mungkin bakal dianggap klise, di dalam kesedihan yang mendalam sekarang aku melepasmu.
Karena tidak mungkin aku menunggu kamu, si manja yang pemberani, yang enggan berpikir apa yang terjadi nanti, berani memulai penderitaan ini.

Sayang,
kamu adalah milik-Nya, bukan milikku.


Zarry Hendrik

Zarry Hendrik (16)

“Gue cuma takut dibilang sombong. Wajar dong gue bales chat-nya, sms-nya dan bbm-nya? Khan kita cuma temen biasa. Kenapa dia mesti cemburu?”

Jawab : “Itulah mengapa saya masih berpendapat bahwa apa yang bisa dilakukan laki-laki, belum tentu bisa dilakukan wanita, dan demikan sebaliknya.
Ini bicara agresivitas. Sekali saja laki-laki tegas berkata “tidak”, itu cukup untuk menyuruh wanita pergi, menangis, lalu menyendiri didalam kamar yang sepi. Sedangkan jika wanita, walau ia sudah berkata “tidak” sebanyak 700 kali, saya rasa belum cukup untuk mengusir pria bebal yang penuh obsesi. Simbol senyum yang wanita berikan, membuat pria terbang sampai ke awan-awan. Sedangkan simbol senyum yang pria berikan, hanya membuat wanita takut untuk tenggelam terlalu dalam. Jadi, jangan salahkan ibu mengandung. Kita hanya perlu menjaga hati dengan kewaspadaan dari segala kemungkinan yang bisa menerjang.”

27 March 2012

Zarry Hendrik (15)

Bukan Benda

Di bawah atap kesayangan, beberapa pasang manusia yang terikat darah yang sama, memiliki harmoni yang membuat saya ingin lari. Mereka saling sayang, saling melindungi bahkan saling menjaga dengan kebijakan tersendiri. Wajar jika ketika menyaksikan kelengkapan mereka, banyak pribadi yang sepi menjadi termenung dan dililit rasa iri.

Tiba-tiba, sesuai kalendar surga, saya hadir tanpa maksud menyihir.
Hadir tanpa membaur namun tidak menghindar, tetapi sementara saya dipaksa untuk terus bersembunyi.
Otak ini sudah berbusa untuk memohon untuk dimaklumi.
Sudahlah.. Katakan saja ini salah cinta.
Seakan kalian merasa bahwa keyakinan kita pada yang Maha, teramat mudah goyah.

Dia yang ada di tengah anda-anda, adalah dia yang ada di dalam hati saya.
Saya yang ada di dalam hati dia, adalah saya yang tidak pantas ada ditengah anda-anda.
Memang realistis jika saya memandang secara skeptis, bahwa membaur dibawah atap kalian sebagai orang asing adalah kemustahilan.
Tetapi saya dan satu diantara anda-anda, telah bersama-sama tinggal disatu beranda.
Yaitu beranda rasa yang tidak dimengerti kasat mata, yang sebenarnya tidak menjauhkan dia dari pengawasan anda-anda.
Sayangnya, kita saling mencintai sambil berpetak umpat dengan aturan-aturan Maha.
Aneh menurut saya.
Jika asal muasal cinta adalah hujan karunia yang sebenarnya turun dari kemuliaan surga, tetapi jika sudah mencinta, kita masih diancam oleh neraka.

Baiklah.
Saya lelah memperdebatkan cinta yang kuat seperti maut, akan tetapi anda-anda merasa lebih berwenang dari kemautan.
Sekali lagi baiklah. Karena pada dasarnya saya bukan tamu yang memohon kasihan, sambil menunggu didepan gerbang.
Anda-anda punya wewenang, sedangkan saya hanya punya rasa sayang.
Maaf jika akhir-akhir ini harmonisasi di bawah atap kalian menjadi tegang, demi mengawal perasaan dia, si dia yang paling disayang.

Namun sebenarnya saya bukan pencuri.
Saya hanya mencintai dia, sambil berlari-lari.
Jika kalian merindukannya, saya akan mengantarkannya pulang.
Tetapi jika kami saling merindu, biarlah kita dipertemukan.

Ini cinta. Bukan benda.




Jakarta hari ini, dingin.
13 April 2010
Untuk anda-anda yang kepanikan,


Zarry Hendrik

25 March 2012

Blair Waldorf : "Friends support each other. Friends aren't afraid to be with each other, or feel awkward together."

22 March 2012

Dear Dad, a man who survive my life.
I really thank to God that I have a hero like you. Give a damn for what people say about you. They never even know your struggles. You always be a perfect figure here inside. Remembering about some years ago, when I was younger. You always showed who I am as your child to the world proudly. Now it's time for me to show the world who you are as my super dad. Don't worry, dad. I'll make you proud of me for the second time. Don't you ever stop your pray for me.

Bunch of love,  
Your elder daughter
Roses are red, violets are blue. I miss my bed, need sleeping for true.

21 March 2012

Zarry Hendrik (14)

Menyedihkan

Ternyata cinta terlalu kuat, terlalu mudah meremuk aku.
Aku mengigil dan semakin merasakanmu.
Kedatanganmu bagai malaikat.
Kepergianmu, seakan ada malaikat menghantuiku.
Tersiksa, ini menyiksa.
Mendakwai diri seperti ini.
Hati menjadi diam dan terpelintir oleh masa lalu yang berputar-putar di dalamnya.
Semakin retak, patah mendekat.
Sekarang aku tidak mengerti apa maunya takdir. Sudahkah perpisahan ini dicatat oleh malaikat?
Semoga saja tidak.
Namun ini kamar yang sepi.
Benda mati kupaksa memasang telinga, menjadi teman untuk bicara, yang mengerti kerinduanku.
Menyedihkan.

19 March 2012

Zarry Hendrik (13)

Apa Ku Pernah?

Apa kau sanggup meninggalkanku? Kau pernah sanggup mencintaiku. Apa kau perlu membenci aku? Aku pernah kamu perlukan. Apa kau ingin melupakanku? Kau pernah ingin aku ingatkan. Apa kau mampu menyakitiku? Kau pernah mampu melindungiku.
Apa kau bisa hidup tanpaku? Kau pernah bisa hidup denganku. Apa kau mau menjauhiku? Kau pernah mau mendekatiku. Apa kau merasa harus memaki aku? Aku pernah merasa harus memuji kamu. Apa kau rela aku bersedih? Kau pernah rela menangisiku.
Apa kau tidak percaya aku? Dulu kau pernah meyakinkanku. Apa kau tidak merindukanku? Kau pernah sangat rindu padaku. Apa kau mampu cari yang lain? Kau pernah mampu terima aku. Apa kau sanggup mengacuhkanku? Kau pernah sanggup perhatikanku.
Apa kau terus menghindariku? Kau pernah terus mencari aku. Apa kau lari dariku? Kau pernah mengejar aku. Apa ku hina di matamu? Kau pernah senyum memandangiku. Apa kau hebat melukaiku? Kau pernah hebat menjaga aku.
Apa kau tetap pilih yang lain? Kau pernah tetap memilih aku. Apa kau bangga khianatiku? Ku pernah bangga engkau setia.

18 March 2012

Zarry Hendrik (12)

"For you who I love in God, I have prayed with scream in the heart so that your name can be closer to the ears of all the angels."


"Aku adalah kata. Kamu adalah kata. Kita adalah kata-kata."


"Duhai gempa di atas kertasku, goncangkanlah jari-jariku, sampai abjad berlari-lari, berhamburan menuju langit!"


"Akulah cinta yang tersembunyi. Nafasku pun tidak berbunyi. Hanya kau simpan di dalam sunyi"


“Jadi waktu kamu cuekin aku, ada yang merhatiin aku. Cuma walaupun kamu cuek, aku tetep cuekin dia. Terus waktu kamu nyakitin aku, yang cakep-cakep pada ngejenguk aku. Mereka bawa buah, roti, bunga, dan bahkan hatinya masing-masing, tapi dari semua yang mereka bawa, tak satupun ada yang bawa kamu. Dan waktu aku nunggu kabar dari kamu, tiba-tiba ada yang nanya aku apa kabar. Aku bilang aja, kabarku pernah lebih baik dari hari ini, itu waktu aku bersama kamu.”

Zarry Hendrik (11)

Aku Ingin Merasakan Apapun

Aku ingin membanting tulang sebagai janda, lalu menyapu lantai sebagai duda. Aku ingin berpikir sebagai komedian, dan melawak sebagai filsuf. Aku ingin menangis sebagai nenek-nenek, juga marah-marah sebagai anak kecil. Aku ingin bercahaya sebagai bintang film, pula bersandiwara sebagai bintang di langit. Aku ingin bicara sebagai penyair, dan mungkin menulis sebagai penyiar. Aku ingin membaca sebagai penulis, juga menulis sebagai pembaca. Aku ingin bermain sebagai penonton, lalu menonton sebagai pemain. Aku ingin merawat sebagai pasien, lalu terbaring sebagai suster. Aku ingin pidato sebagai rakyat, atau berdemo sebagai presiden. Dan seterusnya.
Apa aku terlalu banyak keinginan? Ya! Aku ingin merasakan apapun yang tidak dirasakan siapapun.

Zarry Hendrik (10)

Angka Cintaku

Sebagian orang, atau mungkin rata-rata, mereka memiliki semacam kepercayaan bahwasanya ada keberuntungan di balik sebuah angka. Itulah mengapa ada nomorhandphone yang cantik, nomor punggung yang sakral, tanggal pernikahan, plat nomor dan lain sebagainya.Tidak sedikit perusahaan ternama yang mematok suatu angka sebagai sumber kesuksesan mereka. Coba tengok ramalan bintang! Pasti ada bagan yang memberitahukan angka keberuntunganmu.
Ini menarik. Beberapa angka memang memiliki arti dan keunikannya sendiri. Dan seringkali, kita merasa memiliki angka favorit dan kesukaan. Lalu apa angka kesukaanmu? 

Zarry Hendrik (9)

Langit Pagi

Pagi seakan bicara dengan bahasanya sendiri, membuat geli hati yang haus akan kesenyapan. Meski tidak mengerti, aku ingin memberi senyum. Seolah aku hendak melempar sinar wajahku ke angkasa, namun kemudian pecah membentur selimut bumi.
Apakah kumpulan awan sedang saling berbagi cerita cinta yang mencengangkan? Beberapa di antara mereka pasti pernah menjadi saksi kisah aku dan bidadari. Sementara aku merasa seakan matahari benar-benar telah berdandan untuk menemuiku. Di bawahnya nanti, aku siap berkeluh kesah. 
 Kulihat ada burung-burung kecil hinggap di atas atap yang masih basah, yaitu mereka yang mencari nada tinggi untuk menyanyikan lagu tentang ranting yang telah patah. Aku jadi mendengar angin. Seperti suara tepuk sayap malaikat yang menyambut kedatangan seseorang dalam benakku. Lagi, di pagi ini, aku tertegun dalam renungan.
Setiap warna-warni pagi yang mengetuk pintu jiwaku untuk membuka mulut dan kemudian mengucap syukur kepada Tuhan, itulah dia yang aku cinta, yang menjadi warna pagiku yang paling cerah. Maka tidak percuma putihnya awan saat ada bidadari di bawahnya, meski ia tidak di sampingku lagi.
Bagiku, antara ia dan langit pagi, keduanya masih sama-sama cantik. Begitulah.

Zarry Hendrik (8)

Sesingkat Kepulangan Sore

Senja di sini mengingatkanku pada merah pipi di kala kita malu-malu yang manis, itu kita semasa dulu, pada mula dan saling kenal. Namun pelan langit berjalan, tampak sembab surya temaram, mungkin haru melihat kita. Di bawahnya jarak terbentang, butuh waktu untuk menggenggam.
Kini aku semacam kepingin menikmati kepulangan surya, tapi apa akan sesesak kepergianmu? Biar malam yang bercerita.

Zarry Hendrik (7)

Bintangnya Ayah

Aku membayangkan dua bintang yang bercahaya di atas aku, itu tatap bangga sesosok ayah, terang cinta yang seangkasa. Tetiba hamparan sinar yang berkumpul di langit membuatku ingat tetes keringat ayah,  itu bebutiran terang tentang betapa aku anaknya yang nakal ini begitu penting bagi hidupnya.
“Kaulah ayahku, tidak ku malu mengakuinya!”
Biar gemetar dua kakiku saat menjauh dari pesannya. Karena beliau ayah yang aku hormati, yang tak terukur jasa-jasanya! Apapun yang akan aku lakukan, aku mengingat ayah, lagi sebagai panutan aku berjuang, pula idola yang kusayangi. Sesungguhnya aku ingin menjadi alas bagi beliau ayahku yang membanting tulang, sementara matanya melotot supaya aku rajin sekolah.

Zarry Hendrik (6)

Senyum Ibu

Ada di balik tebal kacamata ibu, itu adalah aku yang tak pernah dipandangnya buruk. Meskipun karena nakalnya aku, berkaca-kaca matanya itu. Juga kulihat kerut pada kening ibuku, itu ulahku yang sering membuatnya memikirkan hari depanku sepanjang malam. Ibu biasa duduk menungguku pulang. Saat larut malam ibu sudah menguap, namun kantuk tidak melenyapkan aku dalam benaknya. “Ibu, senyummu adalah hikmat untuk aku melihat sesuatu yang lebih penting, dengan lebih dekat. Kaulah syukur yang tak pernah aku usaikan!”

Zarry Hendrik (5)

Aku tidak menuntut apapun, karena aku tahu kamu tak kuat. Bebanmu terlalu berat dan cintamu tidak terlihat. Aku adalah orang asing, sekalipun aku dipicing. Tetapi seperti itulah bagimu aku sekarang. Ternyata kamu masih selalu kalah oleh keadaan. Lihat, bahkan memaksa kodok berdiri tegap masih lebih mudah daripada mengakuiku! Karena setiap mereka tanya siapa aku, kamu akan terdiam, paling tidak menarik nafas. Jadi mana mungkin kamu mengundangku datang ke rumahmu yang besar, yang hanya berisikan banyak pertanyaan? Kamu tidak berani, kamu gemetar, jerit hatimu tidak membangkit nyali. Bahkan untuk aku duduk bersama-sama dengan mereka di meja makan, mungkin berat piringku akan ditimbang. Nanti di acap kali aku mengangkat sendok, mereka akan melotot, menanti-nanti kesalahanku. Aku pikir tega sekali.
Sebenarnya aku ingin kamu menjadi kita, bukan kamu jadi yang terlemah di antara mereka. Karena meski kamu sanggup mencintaiku, kamu takut mengakuinya. Sakit. Dalam. Perasaanku bagai dililit-lilit dan apa yang ada di dalam mataku hanyalah kelam. Apa harus sesederhana itu untuk aku bangkit dari semua ini? Yaitu bilang saja kalau kamu tidak mencintaiku dan akan kamu anggap aku tak ada! Kemudian hening, selamanya hening. Sungguh, aku tidak hanya sangat mencintaimu, tetapi juga mampu menyayangi mereka. Namun apa aku cukup berharga di depan mata? Aku rasa aku akan dituntut lebih. Aku selalu terlihat kurang, sekalipun dicintaimu sudah lebih dari cukup. Di detik ini aku terpuruk. Sangat.

Zarry Hendrik (4)

Tawa Jadi Tempat Sembunyi

Aku tersenyum. Itu caraku menghias luka. Aku tertawa. Itu caraku untuk sembunyi. Aku jadi seringkali berhasil membuat orang tertawa di atas kesedihanku, sebab kesenanganku dulu sudah banyak membuatnya sedih. Bila aku semakin lucu, itu karena ia semakin jauh. Mungkin ini karena banyak yang membenci aku saat dulu ia di dekat aku. Setiap hari aku harus mencicip bayang-bayang yang pahit, setiap hari aku harus mengenyangkan kepalaku dengan itu. Kekonyolanku adalah hal yang paling menyentuh, aku akan menunggu semua orang dapat memeluk aku yang tidak henti-hentinya bertingkah kocak, sampai saat aku tertawa sendiri, mereka amat terpukul. Sementara saat-saat ini, tawa mereka hanyalah buah demi buah yang tumbuh dari caraku melarikan kepedihan. Bila ini melemahkanku, mengapa tidak melelahkanku?

Zarry Hendrik (3)

Ia adalah perempuan yang tidak ingin kehilangan perasaanku, meski ia tak tahu bagaimana perasaannya sendiri. Ia bisa datang untuk menagih senyum hangat yang biasa ia terima, ia bisa pergi untuk memberi senyum yang biasa dirindukan. Ia tidak tahu seperti apa ia berputar-putar di dalam kepalaku, ia tidak tahu siapa-siapa saja di seisi kepalanya. Ia memiliki keinginan yang banyak, aku tahu aku bagian kecil di antaranya. Aku tidak habis pikir mengapa ia tidak tahu bahwa aku begitu mengetahuinya, sebab mungkin yang ia ingin tahu hanyalah rasa keingintahuanku saja. Ia membuatku kesal karena ia bingung, tetapi aku membuatnya bingung karena aku kesal. Jadi siapa yang salah? Apakah aku terlalu egois karena aku laki-laki yang yakin siapa aku, ataukah ia yang terlalu merengek karena ia perempuan yang tidak yakin kepada semua laki-laki?

Zarry Hendrik (2)

Aku Rindu Kepada Tuhan

Tidak ada yang dapat mencintaiku semulia Engkau mengampuniku. Tidak ada. Aku penuh dengan bercak-bercak dosa, aku tak luput dari kesalahan dan aku suka tidak mengindahkan pembelaan-Mu. Ampunilah aku, ya Tuhanku, pencipta langit dan bumi yang berkuasa di Surga, tempat maha indah yang kelak aku berkumpul bersama dengan malaikat-malaikat-Mu yang taat. Aku tahu aku salah, namun aku tahu Kau Tuhan yang tidak hanya maha baik, tetapi juga maha adil.
Kau Tuhan yang maha memahami, yang lebih mengerti aku daripada aku mengenal diriku sendiri. Inilah dengan doa aku mengaku, aku mencintainya. Ajarkan aku mendekatkan telinga hatiku ke mulut-Mu yang penuh kuasa, sebab kepada-Mu ya Tuhanku yang menulis hidupku, aku percaya dengan imanku. Berikan aku hikmat ya Tuhanku yang menyayangiku dengan tidak hanya memberi tetapi juga melarang, berikanlah aku hikmat yang baik dalam berpikir juga melangkah, maupun berperasaan dan berkata-kata. Aku bukan apa-apa tanpa Engkau, aku berharga di mata-Mu dan karena-Mu.
Tuhan, tidak seujung kukupun aku berpikir untuk meninggalkan-Mu demi manusia, baik karena perasaanku maupun ancamannya. Kepada-Mu aku berdoa supaya aku tidak menjadi lengah dalam melihat segala macam keindahan dan ketakutan, kemegahan dan keletihan, sebab Kaulah andalanku di dalam hidup, dan karena Kau Tuhan yang maha hebat, aku tidak mengandalkan diri sendiri.
Terima kasih, Tuhan. Aku bangga memiliki Tuhan yang maha mendengar dan maha mengetahui, aku bangga aku dapat menceritakan apa yang aku rasakan. Demikian aku telah bercerita dan mengucap syukur, sebagaimana aku ingin selalu dekat dengan Tuhanku, supaya tidak hilang arah hidupku. Tuhan, aku rindu kepada-Mu. Amin.

Zarry Hendrik (1)

Lengkapnya Sepi

Lama tidak dengar kabarmu, bagaimanakah kamu sekarang? Semoga kamu dijaganya baik, jangan sampai percuma melepas aku. Jauh dariku bukan berarti tanpa tertawa. Meski ia tidak selucu aku, janganlah jatuh air matamu. Meninggalkan aku sendiri di sini kan seharusnya bukan pilihan untuk bersedih sepanjang hidup. Semangatlah untuk membuat dirimu mencintainya!
Memang sesekali aku coba mencinta dengan mencium, mendobrak pintu hatiku dengan kecupan. Namun apa mau dikata, malah luka perasaan orang. Apa cinta yang meledak-ledak menghancurkan hati sendiri? Sebab setiap bunyi hantaman keras, kudengarnya bagai namamu. 
Beberapa menyukaiku dengan lembutnya, hanya tak sedalam kamu mengenal aku. Kamu lebih dari masa lalu, seperti pahlawan yang tidak mungkin hanya karena ada luka kecil, dapat terlupakan perjuangannya. Jika ada sejuta mulut yang menyoraki aku berengsek, aku percaya kamu tetap memiliki suara sendiri. Itulah! Sesekali memang aku suka berkata bodoh, membencimu karena jauh. Sebab menyakitkan, kamu hadir untuk kuingat, seperti datang untuk berpamit. Terkadang ini yang membuatku berharap cemas, di mana kiranya keseluruhanku dapat rubuh, sehingga dari atas panggung aku terjatuh, kemudian mendarat di pangkuanmu. Sekarang setelah semuanya ingin kumulai sendiri, tiap kepingku telah menjelma menjadi nyawa dan memberi hidup bagi tiap kata yang melengkapkan sepi setiap orang.

17 March 2012

ZH

Well, I don't know how many times I have to say it but I do love your poems, Zarry Hendrik. You are awesome. Thanks for the inspirations. You inspired me to write again ^^
"Self-trust is the first secret of success" -Ralph Waldo Emerson

16 March 2012

"Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself." -George Bernard

Cuap-cuap Gila Minggu Ini

Papa:   "Ma, kakak sakit? Kok tidurnya selimutan sampe pala?"
Mama: "Engga pa, kakak lagi boim"
Papa:   "Boim?"
Mama: "Bobo imut pahhh hihihi"
Papa: "Lucu banget sih istri gue kayak sule"

Bamby: "Fa beli hop-hop yuk"
Gue:     "Engga ah bem, gue udah hopeless"
Bamby:  "Wakakak mangki"

Suci:      "Ca gue punya quote"
Cacha:   "Apa???"
Suci:       "Jodoh di tangan Tuhan, mantan di tangan teman hahahahaha"
Gue:      "Hati2 ca suci tuh bijak banget, kalo nemu quotes pasti diikutin wakakakak"

Gue:      "Bem liat deh kotak musiknya lucu bangetttt. Entar kalo gua punya anak mau beli kayak ginian ah."
Bamby:   "Iya buat anak kita ya hihi"
Gue:       "Mbah lu! Gahhhhhh"
Bamby:   "Lah lo gimana sih. Kan nyokap lo, nyokap gue. Duit lo, duit gue. Pacar lo, pacar gue. Berarti nanti
                suami lo, suami gue jugakkk"
Gue:        "Yah....teh nini dong gue? :')"

Mellody:  "Gapapa kok, gue aja setiap ngaca pasti bilang 'Pukpuk badanku, kamu udah oke kok, kayak
                 bola, direbutin para atlet"
Gue:         "Wanita paling positive thinking nih :')"

Deru:       "Ketik nama aje salah"
Gue:         "Emang gue selalu salah kan? :'D"
Deru:        "Wakakak sudah sudah, makan dulu sanah"
Gue:         "Geli lo sok perhatian"
Deru:        "Ga pernah nonton iklan ape lo??!!!"
Gue:         "Emang iklan apaan? -_-"
Deru:        "Mie instannnnn!!!!!!! Yakali gua nyuruh lo makan...pede bner lo sob...iyuwh"

Rifka:        "Sif, kok dp lo yang ini lama-lama diliat kok bembi mirip sama lo ya, apa lo yang mirip bembi?
Gue:          "Yah berjakun dong gua pakkk"

15 March 2012

Aku duduk bersila di balik jendela. Memandangi tangisan langit. Rumput-rumput menggigil. Atap rumah membentak. Sesekali langit membalas bentakannya dengan satu nada lebih tinggi di atasnya. Aku menggigit bibir dan berbisik kepada bayanganku di lantai. "Senja kali ini tak begitu indah. Tak seperti senja-senja yang telah lalu."

Think Pink ;)

" A strong girl keeps her stuffs in line, and with the tears running down her face, she still manages to wishper the simple words 'I'm fine' "

" She's strong because she knows what it's like to be weak. She keeps a guard up because she knows what it's like to cry herself to sleep "

" But sometimes the stongest women are the ones who love beyond all faults, cry behind the closed doors & fight a battles yet thhey don't brag about it "

" She comes off as strong, but maybe she fell asleep crying. She acts like nothing's wrong, but maybe she's just really good at lying "

" A real woman is classy, strong, independent, loyal, and lovable. One thing about her is she knows she deserves better "

" Nothing more beautiful than a girl who doesn't pretend to be something she's not, down to earth & let no guy definite who she is "

13 March 2012

"No matter how many times he hurts me, I always forgive him. Some call it stupid. Others call it LOVE" -viatumblr

12 March 2012

"Everything should be made as simple as possible, but not simpler." 

- Mahatma Gandhi  -
"It doesn't matter how you look, what your weight is or how much make up you put on. The right guy will love you what's on the inside."

- Unknown

04 March 2012

The Best Feeling

1. When you say "I'm fine" then someone look at your eyes and say "I know you're not"

2. When someone you miss call you then it makes you smile all day long

3. When you dance in the rain 

4. When your mom feeds you with her hand without spoon

5. When you walk with somone you love then he's upset or get jealous because another man smile at you

6. When you think there's no one care, then someone approach you just to say "I care"

7. When you wake up early because you're gonna spend the day with someone you love

8. When you have a quality time with your mom for hours

9. When you sing a song with your lover

10. When you laugh at some unfunny jokes made by someone you heart much

11. When you watch a drama film with your girl bestfriends then you all hug each other and cry 

12. When you get a love letter from someone you admire

13. When you can finish a difficult subject at school

14. When you talk about your future plans

15. When you meet someone you didn't see for a long time

16. When you share your problem to your mom then your mom hugs and kisses you on the forehead

17. When your daddy says "You're still being my little princess no matter how old are you"

18. When your lil' sister says "I love you, sista" then hug you tight

19. When you get a song from your lover and there's your name in the lyrics

20. When you make some sweet promises and prove it

21. When you can go back to the unforgattable moments you wish it would be happened twice