27 March 2012

Zarry Hendrik (15)

Bukan Benda

Di bawah atap kesayangan, beberapa pasang manusia yang terikat darah yang sama, memiliki harmoni yang membuat saya ingin lari. Mereka saling sayang, saling melindungi bahkan saling menjaga dengan kebijakan tersendiri. Wajar jika ketika menyaksikan kelengkapan mereka, banyak pribadi yang sepi menjadi termenung dan dililit rasa iri.

Tiba-tiba, sesuai kalendar surga, saya hadir tanpa maksud menyihir.
Hadir tanpa membaur namun tidak menghindar, tetapi sementara saya dipaksa untuk terus bersembunyi.
Otak ini sudah berbusa untuk memohon untuk dimaklumi.
Sudahlah.. Katakan saja ini salah cinta.
Seakan kalian merasa bahwa keyakinan kita pada yang Maha, teramat mudah goyah.

Dia yang ada di tengah anda-anda, adalah dia yang ada di dalam hati saya.
Saya yang ada di dalam hati dia, adalah saya yang tidak pantas ada ditengah anda-anda.
Memang realistis jika saya memandang secara skeptis, bahwa membaur dibawah atap kalian sebagai orang asing adalah kemustahilan.
Tetapi saya dan satu diantara anda-anda, telah bersama-sama tinggal disatu beranda.
Yaitu beranda rasa yang tidak dimengerti kasat mata, yang sebenarnya tidak menjauhkan dia dari pengawasan anda-anda.
Sayangnya, kita saling mencintai sambil berpetak umpat dengan aturan-aturan Maha.
Aneh menurut saya.
Jika asal muasal cinta adalah hujan karunia yang sebenarnya turun dari kemuliaan surga, tetapi jika sudah mencinta, kita masih diancam oleh neraka.

Baiklah.
Saya lelah memperdebatkan cinta yang kuat seperti maut, akan tetapi anda-anda merasa lebih berwenang dari kemautan.
Sekali lagi baiklah. Karena pada dasarnya saya bukan tamu yang memohon kasihan, sambil menunggu didepan gerbang.
Anda-anda punya wewenang, sedangkan saya hanya punya rasa sayang.
Maaf jika akhir-akhir ini harmonisasi di bawah atap kalian menjadi tegang, demi mengawal perasaan dia, si dia yang paling disayang.

Namun sebenarnya saya bukan pencuri.
Saya hanya mencintai dia, sambil berlari-lari.
Jika kalian merindukannya, saya akan mengantarkannya pulang.
Tetapi jika kami saling merindu, biarlah kita dipertemukan.

Ini cinta. Bukan benda.




Jakarta hari ini, dingin.
13 April 2010
Untuk anda-anda yang kepanikan,


Zarry Hendrik

No comments:

Post a Comment