18 March 2012

Zarry Hendrik (8)

Sesingkat Kepulangan Sore

Senja di sini mengingatkanku pada merah pipi di kala kita malu-malu yang manis, itu kita semasa dulu, pada mula dan saling kenal. Namun pelan langit berjalan, tampak sembab surya temaram, mungkin haru melihat kita. Di bawahnya jarak terbentang, butuh waktu untuk menggenggam.
Kini aku semacam kepingin menikmati kepulangan surya, tapi apa akan sesesak kepergianmu? Biar malam yang bercerita.

No comments:

Post a Comment