Dua musim lewat tanpa permisi
Dua angkuh saling mengaku
Pada akhirnya, aku sadar
Ombak tak akan selamanya menghantam diri
Ada kala ia lelah dan bersandar pada bebatuan
Sayang, terima kasih atas kebaikanmu menawarkan diri untuk mengisi kembali cangkirku yang cukup lama kosong
Cangkir yang sempat kau teguk sendiri dan kita hempas ke lantai bersama
Selama ini kita terlalu memberhalakan benci
Semoga lepas peluk bisa jadi cara bangunkan kembali rindu yang sempat mati suri
No comments:
Post a Comment