08 August 2014

Sekitar 2 tahun lalu, melalui seseorang saya dikenalkan pada seorang wanita paruh baya. Wanita itu tinggal seorang diri di sebuah kota kecil di pulau Jawa. Sosoknya begitu lembut tanpa celah, bicaranya tegas dan sangat cerdas. Entah apa yang membuat kami begitu nyaman satu sama lain, namun bercerita dengannya membuat saya banyak tertawa dan banyak memperoleh ilmu yang bermanfaat. Sering kali beliau tak sengaja mengenang almarhum suaminya dan kemudian membuatnya meneteskan air mata. Darinya, saya belajar banyak tentang kehidupan, tentang apa arti kebersamaan dan kesendirian. Walau kami tidak terikat dalam hubungan darah, namun saya menganggap beliau sebagai nenek kandung saya, begitu pula sebaliknya. Saya rutin menghubunginya untuk sekedar menanyakan kabar dan bercengkrama ringan. Pernah suatu saat saya mengunjunginya secara tiba-tiba. Beliau terkejut dan terlihat sangat senang. Kami jalan-jalan mengelilingi alun-alun kota di malam hari. Tawanya dengan nada yang sangat khas selalu terdengar di sepanjang perjalanan kami. Belum lama saya berniat mengunjunginya kembali, namun karena satu dan lain hal niat tersebut belum sempat saya laksanakan. Kemudian saya mendapatkan kabar bahwa beliau sedang sakit keras. Saya begitu khawatir dan terkejut, sebab beberapa hari sebelumnya saya menghubunginya dan beliau mengatakan bahwa beliau dalam keadaan baik saja. Selama dua hari saya tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan keadaannya, sebab saya tidak bisa berada di sisinya karena saya sedang berada di kota yang berbeda. Setiap saat saya berdoa memohon kepada Tuhan untuk kesembuhannya. Namun Tuhan berkata lain, Tuhan mungkin rindu padanya atau mungkin Tuhan ingin segera mengobati rasa rindu wanita itu kepada almarhum suaminya. Walau raga tak mampu berpeluk, namun doa selalu mengiring. 

Selamat jalan, Eyang Wuryani Hartono. Tuhan pasti akan memberimu tempat yang sangat indah di sana. Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk mengenal wanita sesempurnamu. Semoga suatu saat saya dapat memeluk pusaramu...

No comments:

Post a Comment