19 May 2012

Untuk Ibu

Benar kata mereka. Aku terlalu kekanak-kanakan. Mengingat usiaku yang sudah cukup dewasa, seharusnya aku bisa lebih bijak daripada ini. Terkadang aku bersikap tak serius saat ibu bicara. Bukan, bukan karena aku tidak peka terhadap keadaan. Hanya saja aku ingin selalu terlihat sebagai gadis yang ceria. Ibu tidak boleh melihatku menitihkan airmata. Ibu harus selalu melihatku riang. Sebab suatu saat kau berhak merasa bangga pada dirimu karena dapat membesarkanku tanpa pernah melihatku bersedih. Ibu pernah berkata bahwa aku tidak pernah peduli dengan apapun. Ibu...aku tak perlu mengatakan padamu bahwa aku selalu menangis saat menyebut namamu dalam doaku. Terlebih saat aku menulis tentangmu. Ibu tenang saja. Aku tau apa yang mengganjal hati dan pikiranmu belakangan ini. Kuharap ibu dapat bersabar. Semua terjadi dengan alasan. Tuhan tak mungkin mengabaikan doa kita. Aku bangga memiliki ibu sepertimu.

No comments:

Post a Comment