Aku sedang berjalan jinjit di atas senyum yang licin. Aku khawatir akan terpeleset dan jatuh ke dalam kolam imaji. Sungguh, aku ingin berenang-renang di dalamnya. Namun imaji ternyata tak serupa air. Ia begitu keras. Sehingga sakit ketika membenturnya. Hah...biar saja orang berkata aku penakut. Hanya aku dan Tuhanku yang tahu bahwa aku hanya sedang berjaga-jaga. Menjaga langkahku yag saat ini sedang berpeluk pada cahaya lentera agar tetap dengan jelas memperhatikan bagian lantai hati yang mungkin saja belum mengering.
No comments:
Post a Comment