Baiklah, mentransmigrasikan amarah menuju iba kuakui memang keahlianmu. Jenaka sekali caramu menadahkan telapakmu demi memohon maafku haha. Sepertinya permainan kata ini sudah sedikit melampaui tema awal. Memang dalam bermain kata, kita perlu menjadi sedikit liar. Mencakar-cakar kotak imaji, menerkam aksara, mengunyahnya menjadi kata, lalu kita merasa kenyang setelah menelan semangkuk penuh frasa. Malam sudah mendesak jiwa kita untuk segera berkunjung ke lembah mimpi. Baiknya kita akhiri saja "Perang Kata" kita malam ini. Terimakasih telah bersedia meluangkan waktumu untuk merangkul aksara bersamaku. Selamat memejam, sahabat kata-ku ;)
http://raindyabiseka.wordpress.com/
No comments:
Post a Comment