Aku pemabuk yang datang ke dalam ruang
Menari-nari seolah riang
Tapi semalam aku tidur berdiri
Menunggu pesan datang kembali
Kamu serupa kata tak bergerak
Sedang aku si bisu yang buta nada
Hingga kita bertemu di bawah pena
Lalu langit buat irama
Tinggi dan sejuk
Aku hafal bahumu
Sempat aku tak tau malu
Mengetuk pintu karena rindu
Kamu yang sempat sembunyi dalam lipatan kertas
Lalu membuka lagi syair yang belum tuntas
Tiga puluh hari untuk mengenang yang entah
Kamu pinta
Bukan enggan tapi tak habis itu pikiran
Kini kita adalah buku puisi
Dalam sampul dan prakata baru
Kemudian cinta yang mendenyutkan
Hingga tiap kata seolah hidup
Lalu si buta bisa baca dan si bisu bisa bersenandung
Kita memang sulit
Tak semua bisa dengar walau mereka banyak bicara
Pagi ini, pagi ke-730 aku mencintaimu di pertandingan kedua
Semoga cinta menangkan segala
Dari aku,
Untuk semestaku, Eivan Hadhy Prabowo.
No comments:
Post a Comment