Bak pena berdiri tanpa tari
Hujan lebur di pelupuk
Dingin inap di rusuk
Matahari sembunyikanmu dari senja
Pandangmu begitu basah
Aku mengakar seperti lumut yang tabah
Berakhirlah seperti siang yang memberi cahaya pada senja tanpa dendam.
Di suatu malam, aku mendenyutkan namamu dalam sajak.
Hingga di suatu pagi, tak ku dapati lagi sisa denyutnya.
Semoga matamu masih teduh yang sama, walau tanpa aku berlindung di bawahnya.
No comments:
Post a Comment