07 August 2013

Kau baik sekali. Hatimu seputih gaun pengantin pada pesta pernikahan yang gagal semalam. Bagaimana bisa aku melihatmu, sedang lenganku bersusah payah melipat jarak dan mengguntingi detik agar kita dapat bertemu kembali untuk sekedar melepas peluk sehangat teh manis buatanmu pada senja yang tak lebih mendung dari kelopakmu itu.

No comments:

Post a Comment